Bbm desktop
Pengalaman membaca lebih menarik bisa kamu dapatkan di BBM! Install BBM di smartphone kamu sekarang
Icon bbm logo
Baca BBM News langsung dari aplikasi BBM!
Buka BBM
Profil ROC Esports, Juara Regional Denpasar Piala Presiden Esports 2019
D8894e045fdf8242
Perjalanan tim ROC Esports di Piala Presiden Esports 2019 Regional Denpasar untuk menjadi juara terbilang berat dan dapat menjadi inspirasi.

ROC Esports bisa dikatakan menjadi nama yang paling sering dibicarakan di kalangan penggemar Mobile Legends di Bali. Pasalnya, mereka baru saja merebut gelar Juara Regional Bali Piala Presiden Esports 2019. Kemenangan tersebut membuat ROC Esports terpilih sebagai perwakilan regional Bali untuk babak grand final.

Sebagai salah satu tim regional, ROC Esports bukanlah tim yang memiliki popularitas tinggi. Eksistensi mereka seakan belum tertangkap oleh ‘radar’ esports sejauh ini. Untuk itulah KINCIR akan membahas profil sang jawara Pulau Dewata di bawah ini. 

  • Panji “Fanjie” Setiawan (Role: Tank-Support)
  • I Putu “Dantte” Sadiarta (Role: Offlaner)
  • Komang Andre “HaiPoo” Valentino Nugraha (Role: Tank)
  • Arif “BeeGee” Mahendra Putra (Role: Assassin)
  • Edo “Kyojin” Walensyah (Role: Marksman)

 

1. Mengenal MOBA dari Dota 2

Dota 2 merupakan salah satu game terkenal yang mengusung genre game MOBA. Kepopuleran dari Dota 2 membuatnya sebagai game yang dimainkan oleh empat pemain ROC Esports sebelum bermain Mobile Legends. Keempat roster tersebut adalah HaiPoo, Fanjie, Dantte, dan Kyojin. Secara khusus, HaiPoo mengaku bahwa dia pernah membuat tim Dota 2 regional. Sayangnya, tim tersebut memang sulit bersaing di kancah esports Dota 2 yang terbilang sangat ketat.

Perpindahan dari Dota 2 ke Mobile Legends didasarkan berbagai alasan. Mulai dari segi efisiensi, kenyamanan bermain, dan keseruan bermain bersama teman-teman. Mereka mengaku bahwa bermain Mobile Legends jauh lebih simpel dengan hanya bermodalkan device. Kondisi shifting tersebut menjadi suatu hal yang wajar mengingat adanya pergeseran teknologi yang terjadi di era sekarang ini.

“Pindah dari Dota 2 ke Mobile Legends karena jauh lebih simpel. Kita enggak perlu ke warnet. Kalau Mobile Legends, kita bisa main di mana aja” tutur Kyojin.

 

2. Mendukung Penuh Esports Regional

ROC Esports berkomitmen untuk terus mendukung esports regional. Komitmen ini muncul karena kesadaran tim asal Singaraja ini terhadap perkembangan esports di skena lokal. Bagi mereka, masih banyak sekali tim esports lokal yang membutuhkan ruang pertandingan untuk terus mengasah kemampuan mereka.

Roster tim ROC Esports hanya mengharapkan adanya turnamen lokal dengan jumlah yang lebih banyak. Menurut mereka, turnamen lokal tidak hanya berguna untuk mengasah kemampuan tim, tapi juga dapat dilihat sebagai upaya untuk menjaring lebih banyak lagi bakat-bakat yang terpendam di seluruh penjuru daerah. Hal tersebut telah dibuktikan sendiri oleh mereka. Setelah kemenangan yang mereka dapatkan, ROC Esports mendapatkan cukup apresiasi dari media lokal maupun nasional.

“Semoga ke depannya banyak turnamen-turnamen seperti ini di regional-regional kecil untuk mendorong potensi tim-tim regional,” aku HaiPoo.

[irp posts="21764,21771"]

3. Gelar Juara Sebagai ‘Persembahan’ untuk Orangtua

 
 
 
View this post on Instagram

Congratulation! 🏆🥇 Region bali @pialapresidenesports #rocesports #pialapresiden2019 #mobilelegend #moba #pialapresiden #esportsbali

A post shared by ROC Esports (@roc.esports) on

Dari pekerjaan mereka tersebut, HaiPoo mengakui bahwa orangtuanya memiliki stigma buruk mengenai game. Pria yang sekarang masih menjadi mahasiswa Universitas Warmadewa Denpasar ini mengaku kerap harus mengatur jadwalnya antara belajar dan bermain game. Dia pun tidak memiliki banyak waktu untuk mengasah kemampuannya. Ternyata pandangan tersebut tidak hanya diutarakan oleh HaiPoo, namun Fanjie juga mengatakan hal yang sama.

Fanjie yang sehari-hari sebenarnya memiliki waktu luang mengaku kerap kali merasa terbebani karena larangan bermain dari orangtuanya. Pelarangan tersebut muncul dari stigma game yang terkesan buruk di mata para orangtua. Baginya, sebagai atlet esports kelas amatir, sedikit-banyak hal tersebut mengganggu proses latihan mereka. Namun, ROC Esports berharap setelah kemenangan yang mereka raih, orang tua mereka akan mengubah pandangannya mengenai esports.

“Awalnya mereka (orangtua) berpikiran negatif. Namun, dengan raihan Juara Regional ini, mungkin selanjutnya kami bakal didukung oleh orang tua,” ujar Dantte.

 

4. Pinjam Hape Teman untuk Bertanding

Terakhir, tim KINCIR mengajukan pertanyaan yang terkesan iseng kepada mereka terkait hadiah yang mereka dapatkan dari Juara Regional. Ternyata, baru diketahui fakta mengejutkan bahwa semua anggota ROC meminjam hape dari teman-teman terdekat mereka masing-masing.

Menurut pengakuan Fanjie, alasan mereka meminjam hape adalah keterbatasan perangkat yang mereka miliki. Mereka curhat bahwa hape yang mereka miliki secara pribadi memiliki keterbatasan spesifikasi sehingga kurang ‘ngangkat’ untuk bermain Mobile Legends sekalipun.

Untuk itulah mereka ingin memanfaatkan hadiah kemenangan Piala Presiden Esports 2019 untuk membeli hape dengan spesifikasi mumpuni. Hape tersebut akan mereka gunakan agar mereka bisa latihan dengan lebih baik. Di akhir wawancara, mereka pun menyampaikan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung mereka.

“Terima kasih banyak untuk semua teman-teman yang telah mendukung kami. Karena kami tidak menyangka, bisa seperti ini. Tanpa mereka, kami enggak tahu harus minjem hape ke mana lagi,” ungkap Fanjie.

***

Bagaimana menurut kalian mengenai profil dari tim ROC Esports, sang jawara Piala Presiden Esports 2019 Regional Denpasar? Tentunya perjuangan mereka yang bahkan sampai meminjam hape teman gara-gara spesifikasi yang kurang ngangkat benar-benar terbayarkan dengan kemenangan ini. Semoga aja hal ini bisa menginspirasi teman-teman di luar sana bahwa tak ada yang mustahil jika kita punya niat dan usaha yang kuat.

Sumber Artikel
Laporkan
Topik Terkait
DOTA