Bbm desktop
Pengalaman membaca lebih menarik bisa kamu dapatkan di BBM! Install BBM di smartphone kamu sekarang
Icon bbm logo
Baca BBM News langsung dari aplikasi BBM!
Buka BBM
Dilarang, Syukuran Kemenangan Pasca Pencoblosan
1645efd72508faf6
Menko Polhukam Wiranto

VIVA –  Perayaan kemenangan dengan pengerahan massa dalam jumlah banyak pasca pencoblosan Rabu lusa 17 April 2019, tidak diperbolehkan alias dilarang oleh penyelenggara di tingkat pusat maupun daerah.

Itu adalah salah satu kesepakatan rapat koordinasi pemerintah dengan Panglima TNI dan Kapolri, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta.

Sebab, biasanya setelah pencoblosan ada hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survei. Kadang dari hasil itu, dijadikan patokan  pasangan calon untuk mengklaim mereka yang menang.

"Lalu serta merta paslon atau anggota DPR, DPRD, mengadakan pawai kemenangan lewat mobilisasi massa. Ini sesuatu yang dianjurkan tidak dilakukan," ujar Menkopolhukam Wiranto, Senin 15 April 2019.

Mobilisasi massa, jelas Wiranto, dikhawatirkan akan menimbulkam gesekan sesama masyarakat. Maka, ia memastikan bahwa aparat keamanan tidak akan mengizinkan.

Wiranto menjelaskan, karena hal itu bertentangan dengan UU Nomor 9 tahun 1999 mengenai kebebasan menyatakan pendapat di muka umum.

"Maka tadi dari aparat kepolisian tegas bahwa mobilisasi massa dalam rangka pawai kemenangan sebelum pengumuman resmi maka akan tidak di izinkan," tegasnya.

Hal itu diperkuat oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pihaknya mengatakan, tidak boleh ada pengerahan massa termasuk dalam bentuk syukuran, sebelum ada pengumuman resmi KPU.

"Untuk tidak melakukan pawai atau syukuran untuk menunjukkan kemenangan. Karena akan memprovokasi yang lainnya," kata Tito.

Maka dari itu, pihaknya tidak akan memberikan izin jika ada permintaan. "Kalau ada mobilisasi massa, Polri tidak akan memberikan izin," ucapnya.

Sumber Artikel
Laporkan