Bbm desktop
Pengalaman membaca lebih menarik bisa kamu dapatkan di BBM! Install BBM di smartphone kamu sekarang
Icon bbm logo
Baca BBM News langsung dari aplikasi BBM!
Buka BBM
Justice for Audrey, Ini Fakta-Fakta Terbaru Kasus Penganiayaan Siswi SMP di Pontianak
4f953b20e0e641a7
ilustrasi (Shutterstock)

JAKARTA – Kasus dugaan perundungan dan penganiayaan terhadap Audrey (14), siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, oleh para siswi SMA setempat masih jadi sorotan. Ada sejumlah fakta terbaru terungkap dari kasus yang memunculkan gerakan #JusticeforAudrey di media sosial itu.

Salah satunya adalah hasil visum korban yang diungkap polisi pada Rabu 10 April kemarin. Terduga pelaku juga membuat pengakuan soal kasus tersebut.

Hasil Visum

Kapolresta Pontianak, Kombes Anwar Nasir kemarin mengumumkan hasil visum Audrey yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pro Medika.

Hasilnya kondisi kepala korban tidak ada bengkak atau benjolan, mata juga tidak ada memar dan penglihatan normal. Kemudian telinga, hidung dan tenggorokan (THT) tidak ditemukan darah.

“Jantung dan paru dalam kondisi cenderung normal, kondisi perut juga ditemukan datar dan normal,” ujar Anwar.

Dia lalu mengungkapkan hasil visum pada organ intim korban yang sebelumnya sempat dikabarkan dirusak pelaku.

“Terkait alat kelamin selaput dara tidak ditemukan luka robek atau memar, termasuk kulit juga tidak ada memar dan lebam," katanya.

Namun, dari hasil diagnosa dan terapi pasien, korban dinyatakan depresi pascakejadian tersebut.

Polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut.

Pengakuan Terduga Pelaku

Tujuh terduga pelaku kekerasan terhadap Audrey meminta maaf dan mengklarifikasi atas perkara tersebut. Itu mereka lakukan di sela pemeriksaan di Polresta Pontianak, Rabu kemarin.

Ketujuh terduga pelaku adalah siswi SMA masing-masing berinisial Cc, De, LL, EC, TR, BN, dan DA.

LL kepada wartawan mengaku menyesal atas perbuatannya. Dia menyangkal mengeroyok dan menyolok alat kelamin korban.

"Saya minta maaf atas yang terjadi, tapi kami tidak mengeroyok, masalah menusuk alat vital Audrey tidak pernah saya menyolok alat vital Audrey,” ujarnya.

Dia juga merasa terganggu dengan respons warganet atas kasus tersebut. “Tolong Netizen jangan menghakimi karena kami tidak melakukan hal seperti itu."

Tapi, LL mengaku berkelahi dengan Audrey. "Tidak ada niat sama sekali, malah kami tahu dari netizen, sementara kami tidak pernah melakukan yang dituduhkan. Atas pemberitaan yang tidak benar di media sosial kami dibilang psikopat dan penjahat kelamin," ujarnya.

Kronologi

Kekerasan dialami Audrey terjadi di Pontianak pada 29 Maret 2019. Kapolresta Pontianak Anwar Nasir menyebutkan, korban mulanya dijemput oleh sepupu.

“Namun diikuti dua siswi dan dicegat dan ditarik rambutnya di Jalan Sulawesi hingga pelaku terjatuh," katanya.

Perkelahian itu diduga dipicu rasa sakit hati karena sepupu korban dituding merebut pacar pelaku. Selain soal utang, karena orangtua salah satu pelaku pernah meminjamkan uang kepada korban dan terus diungkit.

"Sehingga salah satu pelaku mengirim pesan singkat ke korban untuk bertemu di belakang Informa di Jalan Sulawesi," tuturnya.

Di jalan itu, terjadi aksi kekerasan terjadi.

Tersangka

Tiga pelaku penganiayaan terhadap Ausrey ditetapkan sebagai tersangka yakni berinisial LL, TR dan EC. Mereka yang masih di bawah umur diduga melanggar Pasal 80 Ayat 1 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara.

"Kketiga tersangka masuk dalam kategori penganiayaan ringan, sesuai dengan hasil visum,” kata Anwar.

Sumber Artikel
Laporkan