Bbm desktop
Pengalaman membaca lebih menarik bisa kamu dapatkan di BBM! Install BBM di smartphone kamu sekarang
Icon bbm logo
Baca BBM News langsung dari aplikasi BBM!
Buka BBM
Mengintip Duet Blusukan Sri Mulyani dan Menteri Basuki
Aecc943922b59d91
Foto: Instagram

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama dengan Menteri PUPR dan pejabat Pemerintah Daerah Banten meninjau wujud sinergi program bertajuk “Sinergi Program Pemerintah Untuk Kesejahteraan Rakyat” di Kampung Pojok, Desa Sindang Sari, Serang, Banten.

Seperti dilansir dari instagram smindrawati, Jakarta, Sabtu (16/3/2019). Mereka meninjau program Pemerintah di Desa Sindangsari, di antaranya program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi), penyediaan air bersih oleh Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS), dan Program Listrik Desa oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PT PLN). Kegiatan ini merupakan sebuah etalase bagaimana investasi berdampak sosial atau Social Impact Investment (SII) di Indonesia dapat digunakan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

SII merupakan suatu bentuk investasi yang memperhatikan terbentuknya dampak sosial (social impact) berdampingan dengan keuntungan finansial. Beberapa bentuk SII antara lain pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk mengoptimalkan dampak sosial tersebut, Pemerintah memiliki peran mengarahkan dan membangun kolaborasi berbagai pihak baik lintas institusi, BUMN, maupun swasta.

Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang diluncurkan oleh Kemenkeu melalui pusatinvestasipemerintah pada pertengahan tahun 2017, sampai saat ini telah menjangkau 34 provinsi dan hampir 540 kabupaten/kota. Pembiayaan UMi yang telah disalurkan hingga tahun 2018 sebesar Rp2,1 Triliun kepada 846.572 usaha mikro. Di provinsi Banten, dana yang telah disalurkan sebesar Rp90,5 Miliar kepada 32.538 usaha mikro.

Kabupaten Serang merupakan wilayah nomor dua setelah kabupaten Tangerang di provinsi Banten yang paling banyak menerima bantuan pembiayaan UMi.

Sasaran pembiayaan UMi adalah masyarakat yang baru mulai usaha mikro dan membutuhkan modal kecil maksimal Rp10 juta serta belum dapat terfasilitasi oleh perbankan. Jumlah usaha mikro telah mencapai 72% atau 44 juta dari sektor usaha secara nasional.

Pemerintah melalui Kementerian / Lembaga dan juga BUMN hadir sampai ke pelosok desa untuk membantu kesejahteraan rakyat. Dengan APBN, alokasi anggaran #UangKita digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.

Sumber Artikel
Laporkan
Topik Terkait
TANGERANG