Bbm desktop
Pengalaman membaca lebih menarik bisa kamu dapatkan di BBM! Install BBM di smartphone kamu sekarang
Icon bbm logo
Baca BBM News langsung dari aplikasi BBM!
Buka BBM
Menko Polhukam: Tidak Ada Eksodus WNI ke Luar Negeri Jelang Pemilu 2019
077c5bc256d0032d
Menko Polhukam: Tidak Ada Eksodus WNI ke Luar Negeri Jelang Pemilu 2019

JPP, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan bahwa permasalahan teknis penyelenggaraan maupun hal-hal yang menyangkut keamanan dalam rangka pemilihan umum (pemilu) serentak 2019 sudah dapat diatasi dengan koordinasi yang ketat antarlembaga dan kementerian, maupun antara pusat dan daerah.

Di samping itu, para menteri, ketua lembaga, Panglima TNI, dan Kapolri juga telah menyampaikan arahan-arahan langsung yang bersifat spesifik kepada masing-masing pasukan di daerah.

“Semua pasukan di daerah sudah diminta untuk melakukan koordinasi secara ketat dari arahan-arahan yang telah disampaikan dari pusat, sehingga pusat dan daerah terjadi satu koordinasi yang sangat ketat, kemudian pusat dan daerah juga memiliki satu pemahaman yang cukup jelas apa yang harus dilakukan," jelas Menko Polhukam usia Rapat Koordinasi Kesiapan Akhir Dalam Rangka Pengamanan Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilleg dan Pilpres 2019, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Selain itu, Menko Polhukam juga berharap adanya koordinasi yang ketat mengenai hal-hal yang menyangkut penyelenggaraan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Apakah itu penyelenggaraannya, apakah pengamanannya, setiap wilayah sudah tahu apa yang harus dilakukan,” sambungnya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama, kekhawatiran adanya eksodus ke luar negeri.

Terkait itu, Menko Polhukam mengatakan bahwa kekhawatiran ini muncul karena adanya para pemilih yang ketakutan mengenai isu hoax yang mengatakan adanya ancaman, chaos, dan kerusuhan saat pemilu, sehingga membuat rasa takut dan lebih baik ke luar negeri.

Menurutnya, setelah dilakukan penelitian, maka dari laporan yang ada tidak terjadi eksodus ke luar negeri. Sebab, grafik mingguan orang-orang Indonesia yang pergi ke luar negeri dan dari luar negeri datang ke Indonesia terpantau stabil, tidak ada lonjakan, dan tidak ada angka-angka yang mengisyaratkan bahwa sebelum pemilu ini akan ada eksodus.

“Jumlahnya total kurang lebih antara 70 ribu yang ke luar, bahkan yang masuk 74 ribu. Artinya banyak masyarakat sebenarnya sangat eager, sangat antusias untuk memberikan hak suaranya dalam pencoblosan ini. Tadi kita telah teliti kembali masalah itu," ujarnya.

Sehingga, lanjut Menko Polhukam, masyarakat tidak perlu takut dan tidak perlu khawatir bahwa nanti saat pencoblosan dua hari lagi keadaan sudah dijaga keamanannya oleh aparat keamanan, kepolisian, dan dibantu oleh TNI.

"Kita mengharapkan masyarakat tidak ragu-ragu untuk datang ke TPS pada waktunya untuk memberikan hak pilihnya,” tutur Menko Polhukam. 

Guna mendukung itu, Mantan Panglima TNI ini juga mengimbau agar dalam penyelenggaraan pemilu, terutama dalam pencoblosan nanti ini, aparat keamanan sudah betul-betul maksimal melakukan usaha pengamanan kepada para pemilih.

Dikatakan, yang berangkat dari rumah sampai datang ke TPS dan melaksanakan hak pilihnya akan dikawal dan diamankan, sehingga tidak ada alasan untuk takut terhadap ancaman-ancaman atau tekanan-tekanan dari mana pun untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

“Kita mengimbau kepada masyarakat, partai politik, para kontestan, dan para pendukung untuk benar-benar menghormati hukum yang berlaku, untuk menghormati aturan yang telah berlaku. Mari kita sikapi pemilihan umum yang merupakan hari yang membahagiakan, hari yang menggembirakan, hari yang mencerahkan, karena setiap masyarakat yang mempunyai hak pilih, diizinkan, dibolehkan, untuk menyampaikan hak pilihnya untuk memilih pemimpin yang terbaik dalam konsep negara demokrasi yang kita hormati ini,” tandas Menko Polhukam.

Hadir dalam Rakor tersebut Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Ketua DKPP Harjono, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala BSSN Djoko Setiadi, Wamenlu AM Fachir, Kasad, Kasal, Kasau, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. (pol)

Sumber Artikel
Laporkan
Topik Terkait
PILPRES 2019